Ogan Ilir

PTM Sekolah di Ogan Ilir Terbatas Tak Ada Pelonggaran, Kapasitas Kelas dan Jam Belajar Tetap Dikurangi

 

Inderalaya

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Ogan Ilir telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan atau 45 hari.

Selama berjalannya PTM terbatas sejak akhir Agustus lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ogan Ilir mengklaim tak ada kasus Covid-19 dari kalangan pelajar SD dan SMP.

“Alhamdulillah, PTM terbatas berjalan lancar dan kondusif. Dan juga tidak ada klaster, artinya tidak ada laporan pelajar dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Disdikbud Ogan Ilir, Dicky Syailendra, Jumat (15/10/2021).

Sesuai instruksi dari Mendagri, PTM terbatas dilakukan secara bertahap dalam periode tertentu selama 2 bulan.

Di Ogan Ilir, PTM terbatas untuk SD dimulai sejak 31 Agustus lalu, sementara SMP berselang seminggu setelahnya atau pada 6 September lalu.

Saat ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan, situasi pandemi di Ogan Ilir menunjukkan grafik landai dengan zona kuning atau risiko penyebaran Covid-19 tergolong rendah.

“Meskipun saat ini Ogan Ilir zona kuning, namun PTM terbatas tetap dilakukan sesuai rencana awal yakni 2 bulan,” ujar Dicky.

Disdikbud Ogan Ilir pun telah menyampaikan kepada 80 SMP dan 264 SD maupun sederajat di seluruh Ogan Ilir, untuk tak mengendurkan protokol kesehatan.

Kapasitas kelas atau ruang belajar dan jam belajar tetap dibatasi guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus.

“Kapasitas ruang belajar tetap 50 persen, belajar tetap 2 jam untuk tiap kelas yang dibatasi. Kita tentu tidak boleh lengah,” jelas Dicky.

Disdikbud Ogan Ilir kini terus memantau PTM terbatas, sambil menunggu situasi pandemi Covid-19.

Jika kondisi semakin membaik, kata Dicky, bukan tak mungkin akan ada penambahan jam belajar bagi siswa.

“Kalau memang situasi semakin membaik, jam belajar bisa saja ditambah, ekstrakurikuler diadakan kembali. Terus misalnya, kantin sekolah bisa saja dibuka. Ini tergantung situasi,” jelas Dicky.

Dia menegaskan, meskipun tren kasus Covid-19 sedang menurun, semua harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Intinya kalau situasi membaik, maka peluang pelonggaran PTM itu ada. Kalau belum membaik, maka tentunya kita harus mengikuti arahan pemerintah dalam hal ini Mendagri,” tandasnya.#prima

0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button