Pemerintah

Bahas Batas Wilayah Dengan Muaraenim, Bupati Panca Rapat Pembahasan Percepatan Penegasan Segmen Batas Di Wilayah Sumsel

Jakarta,JS

Guna membahas batas wilayah antara Ogan Ilir (OI) dan Muaraenim, Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar Mawardi bersama beberapa OPD terkait, Camat Indralaya Utara, dan beberapa Kepala Desa Se Kecamatan Indralaya Utara, menghadiri Rapat Pembahasan Percepatan Penegasan Segmen Batas Di Wilayah Sumatera Selatan ( Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Muara Enim), di Hotel Best Western Kemayoran, Jakarta, (28/10/2021).

Batas desa Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Ogan Ilir yaitu Sungai Meriak dan Sungai Belida. Hal ini juga sudah ada di peta pemekaran Kabupaten Ogan Ilir berdasarkan UU NO. 37 Tahun 2003. Selain itu, Batas Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Muara Enim tetap berpedoman pada peta batas pemekaran.

Pembahasan tersebut dinilai sangat penting agar kedepan tidak ada konflik ditengah masyarakat dan di lapangan ada izin perkebunan yang dikeluarkan Kabupaten Muara Enim berada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir pada lokasi pencadangan program transmigrasi.

Dari hasil rapat tersebut belum ada kesepakatan dan di harapkan Kementrian Dalam Negri dapat mengambil keputusan yang objectif berdasarkan dokumen, aspek sosial dan historis geografis.

“Ya pembahasan batas wilayah ini sangat penting, jangan sampai berlarut-larut karena kita yakin berdasarkan peta pemekaran UU No 37 tahun 2003 bahwa batas desa Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Ogan Ilir yaitu Sungai Meriak dan Sungai Belida,”tegas Bupati Panca Mawardi.

Sementar itu warga Desa Pulau Kabal Kecamatan Inderalaya Utara Yatno mengatakan dirinya sudah lama berkebun sawit di desanya yang berbatasan dengan Desa Sungai Meriak dan Sungai Belida. “Saya punya kebun sawit 1ha, dan memang ini tanah saya dan sudah lama tinggal di Desa Pulau Kabal Kecamatan Inderalaya Utara sudah lebih dari 7tahun. Jadi tanah saya ini tidak masuk wilayah Muaraenim. Persoalan batas wilayah ini memang sudah bertahun-tahun dan harus segera diselesaikan, saya sangat setuju Pak Bupati Panca segera mengangkat dan membahas persoalan ini di tingkat nasional,”katanya

Kades Pulau Kabal Yansori didampingi Camat Inderalaya Utara Saiful mengatakan sesuai peta pemekaran UU No 37 tahun 2003 bahwa batas desa Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Ogan Ilir yaitu Sungai Meriak dan Sungai Belida.

“Jadi sebenarnya kalau pihak Muaraenim mematuhi peraturan tersebut tentunya didapat titik temu dan batas wilayah sudah pasti jelas, sehingga tidak ada lagi persoalan batas wilayah yang berlarut-larut hingga bertahun-tahun. Kita berharap agar dalam penetapan tapal batas wilayah yang akan di putuskan oleh Kemendagri nanti dapat di putuskan sesuai dengan undang-undang dan peraturan lainnya yang lebih dulu ada dan mengatur tentang batas wilayah ini. Jadi bukan semata-mata melihat dari satu sisi atau aspek saja lebih-lebih jika sampai hanya karena memperhatikan satu kepentingan saja. Karena seperti kita ketahui bersama ada perusahaan perkebunan yang beroprasional di wilayah area cadangan transmigrasi milik Ogan Ilir ( yang sudah di tetapkan melalui peraturan menteri transmigrasi ) yaitu PT YAL namun justru pengajuan perizinannya melalui Kabupaten Muaraenim. Jadi inikan aneh, beroperasi perkebunannya di wilayah kita, tapi pajak, operasionalnya dan sebagainya ke Muaraenim. Jadi kami berharap kebijakan Pak Mendagri dalam memutuskan hal inj, agar tidak salah langkah,”harap Kades Pulau Kabal Yansori. #prima

0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button