Ogan Ilir

50 Orang Guru se-Ogan Ilir Ikuti Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

 
 
Inderalaya,JS
 
Sebanyak 50 orang guru mulai dari SD, SMP, SMA, MI, MTS, MA bahkan tutor Paud se-Ogan Ilir mengikuti sosialisasi sekolah ramah anak, Selasa (8/3/2022) . Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Ogan Ilir di kantor dinas tersebut. Menghadirkan narsum dari Disdik Ogan Ilir, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel. Kegiatan tersebut sebagai upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. 
 
Kepala DinasPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB)
Kabupaten Ogan Ilir Husnidayati didampingi Kabid Tumbuh Kembang Anak PPPAPPKB OI Hj Emmy Aryani Mkes mengatakan
anak wajib mendapatkan perlindungan, jangan sampai anak menjadi objek sementara guru yang paling benar. Ia juga mengingatkan agar bersama menolak kekerasan diantaranya pelecehan dan bentuk hukuman yang tidak mendidik bagi peserta didik. 
 

Menurut Husnidayati bahwa sosialisasi Sekolah Ramah Anak, di mana anak-anak sekolah ramah lingkungan mencari bantuan pemenuhan hak dan bantuan anak melalui bantuan sekolah untuk membantu sekolah yang lebih baik lagi. Dimana sosialisasi ini untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan anak atas perlindungan terkait hak anak di bidang pendidikan 

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini kami berharap kepada seluruh guru-guru dan pihak sekolah untuk dapat mendukung konsep sekolah yang ramah anak ini dan juga pendidikan kita yang dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA dengan bantuan yang baik dan hasilkan anak-anak didik yang memiliki potensi yang dapat kita banggakan,” Kata Kadis Husnidayati.

Ia juga menginginkan agar guru dapat memberikan pendidikan yang baik, jangan sampai adanya kekerasan terhadap anak. Sekolah ramah anak ini juga tidak terlepas dari pengembangan kabupaten layak anak.

Sementara itu Kabid Tumbuh Kembang Anak PPPA Sumsel Evri Yanti Sutrisna menyampaikan prinsip Sekolah Ramah Anak adalah Sekolah Yang Non Diskriminasi Bagi Anak, tidak membeda-bedakan anak yang satu dengan lainnya, tidak ada kekerasan dan tidak ada bully atau saling mengolok-olok.

Lanjutnya, dukungan untuk berkontribusi dalam pemenuhan empat gugus hak anak melalui SRA yang diharapkan dapat diterima dengan komitmen bersama dengan semua sekolah, kemudian dijalankan di lingkungan sekolah masing-masing. Di tahun berikutnya diharapkan dapat dievaluasi capaiannya.

“Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) bertujuan untuk menyamakan visi dan misi dalam rangka pembentukan Sekolah Ramah Anak guna menciptakan ruang bagi anak-anak untuk membahas tentang perencanaan kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan perlindungan pengaduan di sekolah sesuai dengan tingkat dan tingkat kematangan anak”, jelasnya. Turut hadir narasumber dari Kasi Paud Disdik Ogan Ilir Wiryadi. #prima

 
0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button