Ogan Ilir

Mahasiswa FKM Unsri Antusias Belajar PBL Di Desa Sungai Lebung Ulu Kecamatan Pemsel

 

#Kades Sungai Lebung Ulu Suhaimi Kadir Semangat Berbagi Ilmu
Β 
Inderalaya
Belasan mahasiswa Fakultas Kesehatan Unsri melakukan praktek belajar lapangan (PBL) di Desa Sungai Lebung Ulu Kecamatan Pemulutan Selatan (Pemsel) Kabupaten Ogan Ilir (OI). Bahkan untuk Kecamatan Pemulutan Selatan ada 7 kelompok. Keseluruhan mahasiswa FKM Unsri yang mengikuti kegiatan PBL tahun 2022 sekitar 350 orang mahasiswa yang tersebar di Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan PBL ini berlangsung selama 28 hari sejak tanggal 24 Mei 2022 hingga tanggal 20 Juni 2022
Β 
Di Desa Sungai Lebung Ulu para mahasiswa diajak oleh Kades Sihaimi Kadir berkeliling desa guna melihat potensi desa, mulai dari memperkenalkan sumber pendapatan masyarakatnya seperti bertenun songket, bercocok tanam padi, mencari ikan di di sungai sebagai nelayan, bahkaΒ  potensi objek wisata yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan datang ke daerah tersebut
Β 
Mahasiswi Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas SriwijayaΒ Sevira Reviona Tanjung (21) mengatakan ia sangat senang diajak berkeliling desa oleh kades setempat.Β 
Β 
” Disini alamnya indah masyarakatnya ramah, makanannya enak dan potensi desanya banyak nilai positif yang bisa dikembangkan. Bahkan tadi saya sempat wawancara pengrajin songket lokal bernama Lita, bahwa dalam sebulan bisa membuat enam helai kain singket yang terdiri dari kemben dan sewet. Untuk harga kain songket 1 stel mininal Rp800ribu. Biasanya mereka jual ke pasar lokal bahkan ke Palembang. Selain itu juga melihat secara langsung potensi desa wisata yang patut dikembangkan. Tentunya kami sangat senang kesini karena banyak belajar dan mendapatkan pembelajaran baru,”jelasnya
Β 
Kades Sungai Lebung Ulu Kecamatan Pemsel Suhaimi Kadir mengatakan sangat senang menerima para mahasiswa untuk belajar dan praktek langsung ke lapangan, kalau selama ini hanya teori dari bangku kuliah, saat ini bisa langsung praktek dan melihat kondisi desa
Β 
” Seperti menenun songket, menautkan ratusan ribu benang sutra menjadi kesatuan kain songket yang memiliki nilai seni tinggi, tentunya hal itu tidak mudah butuh kesabaran ketelitian dan keuletan hingga menjadi kain yang bernilai tinggi. Bahkan saya perlihatkan juga potensi wisata desa ini yang memiliki luas 350ha dan 350kk penduduknya. Potensi tinggi ini tentunya memiliki daya tarik tersendiri, kalau diolah dengan baik tentunya hasilnya akan maksimal menambah PAD desa yang bertujuan pada kemakmuran masyarakat. Saya sangat senang bisa berbagi ilmu dengan mereka,”katanya. #prima
Β 
Β 
4 4 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button