Pemerintah

Herman Deru : IKAPPI Harus Jadi Wadah Atasi Keluhan Pedagang Pasar Tradisional

#   Hadiri Pelantikan DPW IKAPPI Sumsel
 

 
PALEMBANG – Terkendalinya harga pangan sebagai langkah untuk menekan inflasi menjadi komitmen Pemprov Sumsel saat ini. Namun konsistensi
dalam upaya tersebut, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar upaya tersebut berjalan dengan baik.
 
Termasuk juga peran dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Dimana IKAPPI dinilai dapat menjadi jembatan bagi para pedagang dengan pembeli, maupun pedagang dengan pemerintah agar setiap persoalan yang berpotensi meningkatnya inflasi dapat segera diatasi.
 
“Upaya ini harus dilakukan secara bersama-sama. IKAPPI ini juga diharapkan aktif memantau setiap persoalan yang terjadi di pasar-pasar, termasuk soal harga. Beri perhatian khusus kepada para pedagang ini,” kata Herman Deru ketika menghadiri pelantikan Pengurus DPW IKAPPI Sumsel di Pasar Kebun Bunga Palembang, Senin (13/9).
 
Menurut Herman Deru, kolaborasi dalam pengendalian harga tersebut tentu merupakan sebuah keharusan.
 
“Untuk mendorong upaya pemerintah tersebut, IKAPPI harus memetakan baik potensi yang bisa dilakukan pedagang maupun masalah yang terjadi di pasar. Kumpulkan data seakurat mungkin berapa jumlah pasar dan berapa jumlah pedagang. Nantinya data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memecahkan suatu masalah yang terjadi maupun digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan potensi para pedagang,” katanya.
 
Apalagi, lanjutnya, belakangan kerap terjadi persoalan terkait minimnya ketersediaan pangan sehingga membuat harga pangan tersebut melambung dan berimbas pada turunnya omset para pedagang.
 
 “Turunnya omset pedagang karena ada beberapa faktor. Yang pertama karena pandemi, lalu adanya unsur kemudahan dan kepraktisan seperti belanja secara daring yang saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga omset pedagang di pasar menurun. Kemudian juga soal minimnya ketersedian pangan tersebut,” terangnya.
 
Terkait terbatasnya ketersediaan pangan tersebut, Herman Deru menekankan agar IKAPPI mampu mencari solusinya.
 
Herman Deru sendiri menyebut, terbatasnya ketersediaan pangan disebabkan karena sistem yang berbelit sehingga berimbas pada keterlambatan distribusi.
 
“Inilah tugas IKAPPI untuk mempermudah jalur pendistribusian. Kita harus membuat terobosan yang saya sebut tol distribusi pendistribusian suatu barang pangan tidak mengalami hambatan. Artinya jangan membuat akses pendistribusian tersebut berbelit,” paparnya.
 
Sebagai Gubernur sekaligus Pembina IKAPPI Sumsel, Herman Deru berharap IKAPPI dapat memberikan peran signifikan bagi kesejahteraan pedagang.
 
“Saya juga sudah dinobatkan sebagai bapak pedagang Sumsel berharap IKAPPI ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan ini,” bebernya.
 
Sementara itu, Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Masuri mengatakan, IKAPPI merupakan wada bagi para pedagang. Dimana IKAPPI berupaya untuk meningkatkan potensi para pedagang.
 
“IKAPPI ini hadir untuk membantu mengatasi persoalan yang dialami para pedagang. Salah satunya soal turunnya omset para pedagang hampir 50 persen yang disebabkan beberapa faktor. Kita berupaya agar omset para pedagang kembali meningkat dan normal,” katanya.
 
Dia menyebut, salah satu faktor turunnya omset pedagang tersebut karena menjamurnya pasar modern seperti mini market maupun supermarket.
 
“Pasar-pasar modern itulah yang membuat omset pedagang pasar tradisional menurun. Kita harapkan pemerintah juga sedikit membatasi izin untuk pasar modern tersebut sehingga omset para pedagang kembali normal,” tuturnya.
 
IKAPPI sendiri, lanjutnya, juga tengah berupaya mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar modern melalui program yang telah diinisasi.
 
“Kita punya program ayo kembali ke pasar tradisional. Program ini merupakan ajakan agar masyarakat tetap berbelanja kebutuhan di pasar tradisional. IKAPPI juga memberikan program latihan kewirausahaan, edukasi dan bantuan hukum gratis bagi para pedagang,” pungkasnya.#prima

0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button