Sekitar 50 Ribu Bayi Lahir Diduga Mengidap Penyakit Jantung Bawaan

Palembang - DR Rizky Sebut 50 Ribu Bayi Lahir Diduga Mengidap PJB, Indonesia Masih Kekurangan Dokter Jantung Anak.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR Rizky Adriansyah MKed (Ped) SpA Subsp Kardio (K), mengaku sangat prihatin dengan puluhan ribu bayi yang baru lahir di Indonesia saat ini.

Rizky menyatakan ada Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang mengancam para bayi yang baru lahir tersebut.
Namun, Kalangan media belum mengetahui pasti penyebab PJB tersebut.
Akan tetapi, untuk indikator awal PJB itu bisa dilihat dari tanda-tandanya, misalnya tubuh tampak biru, sesak nafas dan berat badan (BB) sulit naik.
''Saat ini, PJB itu merupakan problem seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia," tegas DR Rizky kepada media usai peluncuran buku Penyakit Jantung Bawaan di Novotel Hotel Palembang, Senin (26/10/2026).
Menurut DR Rizky, saat ini tren bayi lahir diduga mengidap PJB itu 1 banding 100 orang.
''Untuk Indonesia ini, ada sekitar 5 juta bayi lahir per tahun. Dari jutaan bayi lahir itu, sekitar 50 ribu bayi diduga mengidap PJB," kata Rizky.
Hanya saja, kata Rizky, Indonesia memiliki problem untuk saat ini, karena kapasitas Fasilitas Kesehatan (Faskes) baru bisa tangani sekitar 20 persen dari jumlah kasus PJB tersebut.
Dan Indonesia baru bisa menangani sekitar 20 persen kasus PJB ini, karena saat ini kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).
'Indonesia saat ini butuh sekitar 400 orang dokter jantung anak. Sementara saat ini jumlah dokter jantung anak tersebut belum sampai 100 orang. Dan dokter itu pun kebanyakan praktik di kawasan Jabodetabek," sambung Rizky.
Diakui Rizky, tanda awal bayi mengidap PJB itu yakni tubuh tampak biru, sesak nafas, BB sulit naik, dan lainnya.
''BB sulit naik itu bukan karena kurang asupan makanan, tapi karena mengidap PJB tersebut,"terang Rizky.
Untuk mengatasi bayi mengidap PJB tersebut, urai Rizky, yakni dengan cara bedah jantung atau kateresasi jantung.
Namun, intinya untuk mencegah PJB itu, harus ada pencegahan dini bagi ibu hamil (bumil).
''Karena nutrisi yang baik agar bayi tidak alami gangguan pertumbuhan. Sebab, bayi mengidap PJB itu diduga sejak dalam kandungan, namun baru diketahui penyakitnya setelah bayi itu lahir," jelas Rizky.
Selain itu, kata Rizky, ibu hamil harus konsumsi mikronutrisi, yaitu harus konsumsi asam folat dan zat besi seperti pisang, daging, dan lain-lain.
''Kemudian, ibu hamil harus hindari obat-obatan yang bisa kena paparan, sehingga bisa mempengaruhi pertumbuhan janin," kata Rizky.
Bahkan, jelas Rizky, asap karhutla yang masuk ke tubuh ibu hamil juga bisa memicu PJB pada bayi.
''Karena dalam asap karhutla itu ada zat yang bisa memicu pertumbuhan janinnya. Semoga karhutla bisa diatasi dengan bayi, agar tidak merusakan masa depan generasi penerus bangsa ini," tambah Rizky.(os)

