Hari Listrik Nasional ke-81, Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi Masyarakat melalui PLTMh

Plaju– Pemanfaatan energi bersih tidak hanya mendukung kebutuhan listrik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi. Sejalan dengan semangat Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
PLTMh berkapasitas 12 kWh tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 50 kepala keluarga atau 175 jiwa. Listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk penerangan rumah warga dan fasilitas umum, seperti lampu jalan dan tempat ibadah. Selain memenuhi kebutuhan penerangan, ketersediaan energi juga mendukung aktivitas produktif masyarakat, khususnya pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Dukungan listrik tersebut membantu masyarakat mengembangkan berbagai produk olahan lokal, mulai dari biji kopi yang diolah menjadi Kopi Muara Cawang, kentang menjadi donat, hingga stroberi menjadi selai. Pemanfaatan potensi lokal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Ketersediaan energi juga menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas masyarakat di kawasan wisata Danau Deduhuk dan Rantau Dedap.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Perliansyah, menyampaikan bahwa momentum Hari Listrik Nasional menjadi pengingat pentingnya menghadirkan energi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi kami, energi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan listrik. Energi juga dapat mendukung kegiatan masyarakat dan membuka peluang ekonomi melalui pengembangan potensi lokal. Melalui program TJSL, kami berupaya mendukung pemanfaatan potensi alam agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian wilayah,” ujar Perliansyah.
Pemanfaatan PLTMh ini sejalan dengan komitmen Kilang Plaju dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dari aspek lingkungan, pemanfaatan aliran air sebagai sumber energi terbarukan mendukung diversifikasi sumber energi. Sementara dari aspek sosial, ketersediaan listrik membantu menunjang aktivitas masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Inisiatif tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Melalui program TJSL, Kilang Plaju berupaya mendorong pemanfaatan energi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung produktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.(os)

