Pendidikan

PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL INDONESIA

Mahasiswa Putri Angga Yani,Fetria Maulidia,Rida Program Studi Akuntansi, Universitas IBA Palembang

 

OPINI - Perkembangan global yang mengarah pada pemanfaatan teknologi dalam segala bidang termasuk pada bidang ekonomi yang harus memanfaatkan teknologi digital dalam segala aspek dan aktivitas bisnisnya. Indonesia termasuk dalam negara yang cepat beradaptasi dalam mendigitalisasi perekonomiannya.

Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi bangsa dan negara besar. Potensi sumber daya alam, letak geografis, dan potensi lainnya yang dimiliki oleh Indonesia tentunya bisa menjadi suatu ancaman atau keuntungan bagi bangsa. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik agar menjadi keuntungan bagi bagsa Indonesia. Indonesia harus mampu mempertahankan sumber daya dan mengembangkan perekonomiannya dengan baik agar mampu bertahan pada persaingan ekonomi global di era Industri 4.0 ini. Era ini menuntut digitalisasi dalam segala bidang. Digitalisasi menjadi salah satu ciri terjadinya perubahan lingkungan pada era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, adanya ketergantungan dan batas-batas negara menjadi samar (borderless). (Scholte, 2000).

Mahasiswa Putri Angga Yani,Fetria Maulidia,Rida Program Studi Akuntansi, Universitas IBA Palembang

Ekonomi digital merupakan bisnis yang dilakukan melalui media virtual, penciptaan dan pertukaran nilai, transaksi, dan hubungan antar pelaku ekonomi yang matang dengan internet sebagai media alat tukar. (Hinning, 2018).

Ekonomi digital menjadi aspek ekonomi yang berbasiskan pada pemanfaatan dan pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi digital. Di Asia Tenggara, ekonomi digital sedang berkembang pesat seiring dengan besarnya potensi pasar. Ada lima teknologi yang paling potensial memicu pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara, kelima hal tersebut yaitu mobile internet, big data, internet of things, automation of knowledge, dan cloud technology.

Pengguna digital seperti masyarakat, pelaku usaha bahkan instansi pemerintah harus mempunyai infrastruktur, literasi dan talent serta pola pikir budaya digital. Dalam hal ini seluruh jaringan komunikasi, aplikasi yang dipakai bahkan bigdata yang kita miliki harus dapat kita gunakan pemanfaatannya dengan bijak, taat hukum serta cerdas menfilter informasi yang ada. Masyarakat harus memiliki sikap terbuka akan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi baru dan komunikasi global, siklus produksi, konsumsi, dan distribusi informasi harus ada dukungan oleh kekuatan ekonomi digital yang disokong dengan keamanan teknologi.

Hubungan dalam perdagangan Internasional membuat negara-negara termasuk Indonesia saling bekerjasama dalam pemenuhan kebutuhan negara. Kerangka transformasi saat ini dimulai dari outcome yang didapat untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas pada penggunaan digital serta menciptakan berbagai inovasi terbaru yang terus muncul sehingga mendorong inklusivitas Secara istilah berarti menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain/ kelompok lain dalam melihat dunia yang semua serba era digitalisasi, dengan kata lain inklusivitas itu berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah. Digitalisasi ditandai dengan adanya masyarakat informasi yang memiliki intensitas tinggi dalam pertukaran dan penggunaan teknologi komunikasi.

Penciptaan nilai tambah interner of thing sebagai enabler technology dalam penggunaan teknologi yang canggih dalam segala bidang. Inovasi berkembang pesat dan memunculkan berbagai bisnis baru yang berbasis teknologi. Contohnya drone sebagai robot pengganti manusia dalam pekerjaan, video, 3D printing, mobil tanpa awak, bahkan semua data di idhandphone bisa kita simpan di cloud atau istilahnya di virtualkan pada jaringan email.

Ekonomi digital merupakan bentuk dari perubahan sosio politik dalam sistem ekonomi ruang intelijen. Perubahan dalam bentuk digitalisasai termasuk pada perekonomian tentunya juga merubah transaksi bisnis yang sebelumnya secara manual saat ini menggunakan internet (Tapscott, 1996). Zimmerman (2000) menjelaskan dampak global teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya pada internet tetapi juga ekonomi makro maupun mikro. Musafak (2012) mejelaskan definisi Digital Economy versi Encarta Dictionary yaitu ekonomi digital adalah transaksi bisnis yang ada di internet.

Ekonomi digital memberikan keleluasaan transaksi bisnis yang tidak lagi harus bertemu secara langsung. Hal ini menjadi pilihan pada masa pandemi Covid-19. Ekonomi digital justru semakin berkembang pada masa ini. Pandemi Covid-19 sudah mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat berinteraksi secara ekonomi dan sosial. Aktivitas diakukangan dengan tatanan baru dan mendorong masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Era new normal membuat segala aktivitas baik sosial maupun ekonomi harus dibatasi. Negara-negara di seluruh dunia terus berubah menyesuaikan dengan kondisi yang tidak terduga (unpredictable). Salah satu daya ungkit yang menjadi terobosan pada masa ini adalah adanya transformasi digital. Kebiasaan-kebiasaan lama kini telah bergerser dengan adanya transformasi digital. Perekonomian global telah beradaptasi dan melakukan digitalisasi. Tumbuhnya berbagai platform digital semakin memudahkan transaksi bisnis seperti transaksi jual beli melalui ecommerce.

Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat, berdasarkan Laporan McKinsey, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang mencatat pertumbuhan tercepat dalam mengadopsi ekonomi digital (McKinsey, 2019). Hal ini dilihat dari aplikasi individu, bisnis, dan pemerintah melalui tiga pilar. Penilaian utama dinilai dari ketersediaan dan kecepatan unduh, jangkauan digital konsumsi data per pengguna, dan nilai digital penggunaan dalam pembayaran digital atau e commerce. Skor Indonesia sebesar skor 99 persen, diikuti India 90 persen, China 45 persen, dan Rusia 44 persen. Bahkan, diklaim ekonomi digital menjadi peluang Indonesia pada 2025. mencapai $130 miliar. Utamanya bertumbuh pada e-commerce dan ridehailing, serta pembayaran digital.

Pesatnya ekonomi digital juga strategis untuk menaikkan produktivitas tenaga kerja di Tanah Air. Berkontribusi menghubungkan pekerja dengan penyedia melalui daring yang lebih efisien banding luring. Prediksi McKinsey, ekonomi digital Indonesia juga meningkatkan produktivitas mencapai US$ 120 miliar per tahun. Digitalisasi ini mencakup Sektor Manufaktur US$ 34 miliar, Sektor Retail US$ 24,5 miliar, Sektor Transportasi US$ 15,5 miliar, Sektor Pertambangan US$ 14,8 miliar, Sektor Pertanian US$ 11 miliar, Sektor Media US$ 7,9 miliar, Sektor Kesehatan US$ 6,6 miliar, Sektor Publik US$ 4,8 miliar, dan Sektor Keuangan sebesar US$1,8 miliar.

Aktivitas bisnis yang dilakukan melalui platform digital bukan tidak memiliki resiko. Segala data dapat direkam melalui media digital yang semuanya terhubung pada satu server. Hal ini tidak hanya menjadi ancaman bagi pelaku bisnis saja, melainkan bagi negara juga. Digitalisasi tidak membutuhkan ruang dan batas negara menjadi samar karena transaksi ekonomi dapat dilakukan dengan mudah lintas Negara.

Digitalisasi menjadi ancaman non militer pada pertahanan negara. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara pasal 7 ayat (2) “Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai Komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung”. Sedangkan, “Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman non militer menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara pasal 7 ayat (2))”.#prima

 

3.5 2 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button