
Palembang
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan dengan tema “Diklat Kehumasan KONI Sumsel di Era Digital”. Acara yang berlangsung di Kantor KONI Sumsel lantai 3 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman SH MH, Kamis 28 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti seluruh anggota humas dari Koni seluruh Sumsel, termasuk Humas Koni Ogan Ilir.
Ll




Dalam sambutannya,Sekum Koni Sumsel Tubagus Sulaiman menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Diklat ini. “Acara ini sangat luar biasa! Di era digital yang serba cepat ini, kemampuan kehumasan yang mumpuni sangat krusial bagi KONI Sumsel. Saya berharap Diklat ini dapat menjadi agenda rutin, sehingga kita selalu siap menghadapi tantangan komunikasi di masa depan,” ujarnya dengan antusias.
Ketua Pelaksana Diklat Kehumasan KONI Sumsel Daeng Supri Yanto SH MH, dalam keterangan persnya menjelaskan tujuan utama dari penyelenggaraan Diklat ini. “Diklat ini adalah ikhtiar strategis KONI Sumsel dalam merespon dinamika komunikasi publik yang semakin kompleks di era digital. Tujuan kami bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis para pengelola kehumasan, tetapi juga untuk membentuk pola pikir yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan organisasi,” kata Daeng Supri Yanto dengan lugas.
Lebih lanjut, Daeng Supri Yanto menambahkan, “Kehumasan di era digital bukan sekadar tentang bagaimana menggunakan media sosial atau membuat konten yang menarik. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana membangun narasi yang kuat, mengelola reputasi secara proaktif, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berharap, melalui Diklat ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa KONI Sumsel menuju tingkat komunikasi yang lebih efektif dan berdampak.”
Diklat ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Sutedi S.Kom MM, pakar digital marketing, memberikan materi tentang strategi komunikasi digital yang efektif. Dalam presentasinya, Sutedi menekankan pentingnya memahami algoritma media sosial, membuat konten yang relevan dan engaging, serta mengukur efektivitas kampanye digital.
Kemas Abdurahman Panji SPD MSI, seorang akademisi dan praktisi komunikasi, membahas tentang pentingnya etika dan profesionalisme dalam kehumasan. “Di era digital, informasi menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, para praktisi humas harus selalu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam setiap tindakan komunikasi,” tegas Kemas Abdurahman Panji.
Herfriandy, Ketua KPID Sumsel, menambahkan, KPID Sumsel Mendukungan dan siap bekerjasama dalam penyelenggaraan diklat ini. Kami berharap, sinergi ini dapat terus berlanjut di masa depan, sehingga KONI Sumsel dapat terus meningkatkan kualitas komunikasi dan citranya di mata publik.
"Dengan sinergi antara KONI Sumsel dan KPID Sumsel, Diklat Kehumasan ini diharapkan dapat menghasilkan praktisi humas yang kompeten, beretika, dan profesional, serta mampu berkontribusi positif bagi kemajuan olahraga dan informasi di Sumsel,"katanya

Salah satu peserta dari Humas Koni Ogan Ilir Henny mengatakan sangat antusias mengikuti kegiatan, selain bertemu dan bersilahturahmi dengan teman berbagai daerah juga menambah keilmuan tentang kehumasan dalam bidang olahraga.#rr