Wali Kota Prabumulih Tinjau Lima Dapur MBG, Pastikan Kualitas dan Kebersihan Terjaga

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo. Hal ini disampaikannya saat melakukan inspeksi ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang beroperasi di Kota Nanas, Rabu (1/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Cak Arlan didampingi Danramil Kapten Veri, Kadinkes Djoko Listyano, Kadiskominfo Mulyadi Musa, Kadis Ketahanan Pangan Martini, dan Kadisdik Darmadi. Rombongan meninjau langsung SPPG di Jalan Flores dan Jalan Kartini, Prabumulih Timur, dilanjutkan ke tiga dapur MBG milik pengelola Rian Widot di Arimbi Jaya, Majasari, dan Rambang Kapak Tengah
Cak Arlan menekankan pentingnya kebersihan, kerapian, dan kualitas masakan. Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Ketahanan Pangan untuk terus melakukan pengawasan serta evaluasi kebutuhan dapur MBG.
āKita selalu ingatkan agar dapur memperhatikan kualitas, kebersihan, dan kerapian. Semua ini demi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,ā ujar Cak Arlan.
Cak Arlan juga memberikan apresiasi khusus kepada SPPG Jalan Flores yang ditetapkan sebagai dapur percontohan nasional. āAlhamdulillah, SPPG Prabumulih Timur menjadi rujukan pusat. Jika ada yang ingin membuka dapur baru, saya sarankan belajar di sini,ā imbuhnya.
Lebih jauh, ia menyebut dapur MBG Rambang Kapak Tengah sebagai yang terbesar dan paling memenuhi standar Bagan Gizi Nasional (BGN) RI. Nantinya, kunjungan delegasi BGN ke Prabumulih akan dipusatkan di dapur tersebut.
āKe depan, kita akan membangun dua dapur baru agar program MBG di Prabumulih berjalan lebih maksimal. Mohon doa dan dukungan masyarakat,ā tegasnya.
Sementara itu, pengelola dapur MBG, Rian Widot, menyambut positif kunjungan Wali Kota. Ia menyebut tiga dapur miliknya telah melayani hampir 10 ribu penerima manfaat, masing-masing 3.000 orang di Arimbi Jaya, 3.000 di Rambang Kapak Tengah, dan 3.800 di Majasari.
āKami sudah menerapkan standar personal hygiene bagi seluruh relawan, termasuk pelatihan penjamah makanan sebelum operasional. Setiap dapur juga wajib memiliki fasilitas pencucian ompreng dengan pengering,ā jelasnya.#ra




