BeritaEkonomi - BisnisNasonal

Siloam International Hospitals Perkuat Kapasitas Tenaga Medis untuk Hadirkan Layanan Operasi Jantung & Nyeri Sendi Berstandar Global

Palembang – Siloam International Hospitals menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine), memperkuat kapasitas tenaga medis di Indonesia, dan menghadirkan layanan kesehatan berstandar global untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang unggul, modern, dan berdaya saing global. Siloam melalui Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Siloam Hospitals Mampang, dan Siloam Heart Hospital menyelenggarakan Siloam Simposium Palembang 2026 bertema “Synergy in Motion: Orthopedic and Cardiovascular Innovations” di Palembang, Sabtu (17/1/2026).
Simposium ini menjadi wadah edukasi medis berkelanjutan bagi para tenaga medis dari Palembang (Sumatera Selatan) dan wilayah sekitarnya. Simposium ini juga untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, sehingga inovasi medis terbaru dapat langsung diterapkan dalam praktik klinis, demi keselamatan dan kualitas hidup pasien.
Simposium ini mengangkat isu strategis seputar kardiovaskular dan ortopedi, dua bidang medis yang kerap bersinggungan dalam aktivitas fisik dan olahraga, baik pada atlet profesional maupun masyarakat umum. Kardiovaskular fokus padapenanganan penyakit jantung modern, sedangkan ortopedi mencakup sistem otot, tulang, dan sendi yang berperan penting dalam pergerakan tubuh, tetapi rentan cedera akibat aktivitas fisik berlebihan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga, manajemen multidisiplin menjadi semakin penting agar pasien tetap aktif tanpa mengorbankan kesehatan jantung maupun fungsi sendi.
Acara yang dihadiri para tenaga medis dan pimpinan asosiasi atau perhimpunan terkait ini dibuka oleh Associate Director Commercial Siloam International Hospitals, Angelia Agustine, Chief Executive Officer Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, EMBA., MARS., M.M. dan Hospital Director Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua. Para pimpinan asosiasi itu antara lain Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang [nama], Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Palembang [nama], Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Palembang [nama] dan Ketua Himpunan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (HBTKVI) [nama]. Kehadiran para pimpinan asosiasi/perhimpunan semakin memperkuat sinergi antara rumah sakit swasta, asosiasi profesi, dan komunitas medis daerah.
Simposium ini membahas inovasi terkini mulai dari penanganan gangguan irama jantung dengan metode ablasi jantung yang inovatif, evolusi bedah jantung minim sayatan, hingga strategi penanganan dan radang sendi pada lutut. Ajang ilmiah ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan potensi sinergi antara inovasi ortopedi dan kardiovaskular melalui pendekatan ilmiah yang integratif. Kegiatan ini diharapkan agar memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Angelia Agustine dalam sambutannya.
Sementara dr. Heston G. B. Napitupulu, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), MARS menyampaikan bahwa perkembangan teknik Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) terus mengalami kemajuan signifikan. “Evolusi CABG dari metode konvensional dengan sternotomi penuh menuju teknik minimal access merupakan terobosan penting dalam bedah jantung. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi trauma operasi, nyeri pascabedah, dan waktu pemulihan pasien, tetapi juga meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien tanpa mengurangi efektivitas tindakan revaskularisasi atau pemulihan aliran darah,” ujarnya dalam sesi bertajuk CABG Evolution: From Conventional Sternotomy to Minimal Access.
“Penanganan atrial fibrillation atau gangguan irama jantung terus mengalami perkembangan signifikan seiring kemajuan riset dan inovasi teknologi di bidang kardiologi. Transformasi dari penelitian dasar hingga penerapan klinis melalui pulse field ablation membuka peluang terapi yang lebih presisi dan aman, dengan kemampuan menargetkan jaringan secara selektif serta meminimalkan risiko kerusakan pada jaringan di sekitarnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien,” ujar Dr. dr. Alexander Edo Tondas, SpJP (K), M.H, FIHA, FICA, FAPSC, FESC.
Di bidang ortopedi, dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT, Subsp.P.L(K), spesialis Ortopedi Siloam Hospitals Mampang, menjelaskan bahwa penanganan Osteoarthritis (OA) lutut kini semakin berkembang dengan pilihan terapi yang disesuaikan berdasarkan tahap dan kondisi pasien, mulai dari terapi non-bedah termasuk stem cell hingga tindakan bedah dengan bantuan VELYS™ Robotic-Assisted Surgery untuk Total Knee Replacement (TKR) yang lebih presisi dan memungkinkan pasien mulai mobilisasi lebih cepat, dalam 4–12 jam pascaoperasi. “Pendekatan modern OA lutut tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga pada pemulihan fungsi sendi dan peningkatan kualitas hidup pasien melalui terapi yang paling tepat dan minimal invasif bila memungkinkan,” jelasnya. Dalam sesi yang sama, dr. Ricky Wibowo, SpOT, CF-CO, AIFO-K menyampaikan, “Mencegah progresi osteoarthritis atau nyeri sendi pada lutut tidak hanya soal pengobatan, tapi juga gaya hidup. Dengan kombinasi fisioterapi, manajemen berat badan, dan intervensi non-bedah, pasien bisa mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan tetap aktif dalam keseharian mereka”.
Siloam International Hospitals memiliki empat jaringan layanan (network) yang menyesuaikan kebutuhan pasien. Premium Specialist merupakan layanan spesialis dan subspesialis dengan standar internasional. Premium Generalist merupakan layanan medis umum dan spesialis dengan fasilitas lengkap untuk pasien kelas menengah ke atas. Value Seeker merupakan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau, tetap mengacu pada standar Siloam. Community Generalist merupakan layanan kesehatan primer dan preventif untuk menjangkau komunitas lokal agar akses terhadap layanan medis menjadi lebih luas.

“Keempat jaringan ini memungkinkan terjadinya pertukaran ilmu, sumber daya, dan layanan spesialis antar-rumah sakit Siloam, sehingga pasien di seluruh Indonesia dapat mengakses layanan komprehensif dan standar internasional. Di lain pihak, tenaga medis mendapatkan dukungan klinis dan edukasi yang berkelanjutan dari jaringan rumah sakit Siloam. Dengan sinergi ini, Siloam International Hospitals memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan medis terintegrasi yang mendukung inovasi dalam praktik klinis untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien,” tegas Associate Director Commercial Siloam International Hospitals, Angelia Agustine.

“Clinical outcome yang berkualitas menjadi focus tujuan dari Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, sehingga dengan adanya layanan terintegrasi antar multidisiplin spesialisasi menjadi kekuatan dari Siloam International Hospitals dalam memberikan pengalaman dan kesembuhan untuk setiap pasien yang mendapatkan layanan di Siloam International Hospitals khususnya Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, sehingga pasien tidak perlu lagi mendapatkan kualitas layanan medis yang berkualitas ke luar negeri tetapi cukup menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Siloam International Hospitals. Khususnya Masyarakat Sumatera Bagian Selatan dapat memulai memberikan kepercayaannya di Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang” dari Ujar Hospital Director Siloam Hospitals Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua.

“Dengan sinergi tenaga medis antar unit Siloam International Hospitals menunjukkan tersedia layanan terintegrasi yang bisa dilakukan oleh Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang untuk penanganan kepada pasien dengan di support oleh unit Siloam lainnya untuk penanganan yang lebih advance. Layanan lanjutan yang dapat dilakukan oleh unit Siloam lainnya dilakukan dengan layanan yang berkesinambungan dan terpadu sehingga penanganan yang dibutuhkan oleh pasien di Palembang dapat dilanjutkan di unit Siloam lain yang saat ini memiliki kekhususan layanan kesehatan“ ditambahkan oleh Chief Executive Officer Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, EMBA., MARS., M.M.(fie)

0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button