Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Dipimpin Ketua DPRD H Edwin Cahya

DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) menggelar Rapat Paripurna ke-XXXIV Masa Sidang III Tahun 2026 dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Rapat dibuka langsung oleh Ketua DPRD OI, H. Edwin Cahya Putra, didampingi Wakil Ketua II Ahmad Syafei.
Agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke-81 Tahun 2026 tersebut berlangsung pada Jumat (14/8/2026) di Gedung Utama DPRD Kabupaten Ogan Ilir.
Hadir langsung Bupati OI Panca Wijaya Akbar, Wakil Bupati OI H. Ardani, Sekda OI Dicky Syailendra, Forkopimda OI, anggota DPRD OI, seluruh Kepala OPD, camat, lurah, kades se-Kabupaten OI serta undangan lainnya.
Di awal rapat, Ketua DPRD OI H. Edwin Cahya Putra mengajak seluruh peserta paripurna untuk mengikuti pidato kenegaraan secara khidmat dan seksama.
“Atas nama pimpinan, kami mengajak yang hadir secara khidmat, seksama dan dengan kesungguhan hati untuk mendengarkan pidato kenegaraan, sehingga dapat mengambil langkah-langkah dalam membangun Kabupaten Ogan Ilir ke depan,” ujar Edwin.
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden RI Prabowo Subianto antara lain mengajak untuk menjaga sebaik-baiknya kekayaan Indonesia dan memanfaatkannya untuk kemakmuran rakyat. Dalam bekerja, pemerintah harus selalu berorientasi untuk kepentingan rakyat.
Lanjut Presiden Prabowo, dalam 21 bulan atau 663 hari sejak janji dan sumpah diucapkan, dalam waktu kurang dari dua tahun dengan kerja sama dan gotong royong, masalah yang menumpuk puluhan tahun dapat mulai diselesaikan.
“Tugas dari rakyat adalah kemuliaan bagi kita, kita akan bekerja sekerasnya untuk rakyat. Swasembada pangan tercapai dalam waktu satu tahun, di tengah dunia sekarang yang mengalami kesulitan pangan dan cuaca, Alhamdulillah soal pangan untuk Indonesia dalam keadaan aman dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” kata Presiden dalam pidatonya.
Tidak hanya itu, Presiden juga menyampaikan bahwa harga pupuk berhasil diturunkan 20 persen, volume ketersediaan pupuk bertambah, produksi meningkat, dan keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 222,2 persen. Dengan semangat gotong royong, Indonesia sudah mencapai prestasi yang diakui dunia.
“Kemerdekaan bukan hanya kita proklamasikan, tapi harus dapat dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.
Presiden menambahkan, pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden sendiri, melainkan dibangun oleh kerja sama dari seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat.
“Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat, tidak boleh membiarkan kelaparan di bumi Indonesia. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya. Negara harus mempermudah, bukan mempersulit, dan harus mendengarkan suara rakyat,” tutup Presiden RI Prabowo.#ria




