Selamatkan Warisan Sejarah, Pemkab Ogan Ilir Ajak Masyarakat Identifikasi Naskah Kuno
# Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ogan Ilir Hj Siska Susanti, M. Kes: Sosialisasi Identifikasi dan Edukasi Naskah Kuno Warisan Sejarah Dilaksanakan Untuk Melestarikan

Inderalaya
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sejak dini mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah dan budaya daerah melalui kegiatan Sosialisasi, Identifikasi, dan Edukasi Naskah Kuno yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Selasa (13/10/2026).
Upaya ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi keberadaan naskah kuno yang masih tersimpan di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya.
Naskah kuno merupakan salah satu sumber informasi berharga yang merekam perjalanan peradaban, tradisi, pemikiran, serta kearifan lokal masyarakat pada masa lampau. Keberadaannya menjadi bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga agar tidak hilang akibat usia, kerusakan, maupun kurangnya perhatian terhadap pelestarian.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Panca Wijaya Akbar Yang diwakili oleh Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Ogan Ilir Hj Siska Susanti, M. Kes mengimbau masyarakat, pemangku adat, dan komunitas budaya untuk turut berperan aktif melaporkan serta mendaftarkan naskah kuno yang dimiliki atau diketahui keberadaannya. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pendataan dan upaya pelestarian secara lebih terarah.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ogan Ilir ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengenali, mendokumentasikan, dan menjaga naskah kuno sebagai warisan intelektual yang memiliki nilai historis bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berharap semakin banyak naskah kuno yang dapat teridentifikasi dan memperoleh perhatian dalam upaya pelestarian. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kekayaan sejarah serta memperkuat identitas budaya Bumi Caram Seguguk agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Adapun yang menjadi narasumber adalah Samsudin, S.S pustakawan ahli madya Dinas perpustakaan provinsi sumatera selatan, Dr. Hj. Nyimas Umi Kalsum, S.Ag, M.Hum - Dosen Filologi UIN Raden Fatah Palembang, Dan Drs. H. Iklim Cahya, M.M.#rr




