PalembangPemerintah

Anggota DPRD Sumsel Desak Pemkot Pagaralam dan PTPN Duduk Bersama Atasi Penutupan Wisata

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Selatan, Alfrenzi Panggarbesi, mendesak Pemerintah Kota Pagaralam dan pihak PTPN Gunung Dempo segera duduk bersama untuk mengakhiri polemik penutupan sejumlah usaha di kawasan Desa Wisata Gunung Dempo

Desakan itu disampaikan menyusul dampak serius yang mulai dirasakan para pelaku usaha dan pekerja akibat penutupan kawasan wisata tersebut.

“Saya berharap Wali Kota dan pimpinan PTPN bisa segera duduk bersama mencari solusi, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Alfrenzi, kemarin

Menurutnya, penutupan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu aktivitas pariwisata, kondisi tersebut juga berpotensi memicu lonjakan pengangguran di Kota Pagaralam.

Alfrenzi mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah pelaku usaha yang terdampak. Mereka mengeluhkan penutupan sementara usaha yang disebut-sebut berkaitan dengan persoalan administrasi.

Namun di sisi lain, para pelaku usaha mengaku telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan yang diminta.

“Saya melihat ini lebih pada persoalan koordinasi dan komunikasi. Karena itu, Pemkot Pagaralam dan PTPN harus segera mencari jalan keluar,” ujarnya

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Sumsel 7 yang meliputi Pagaralam, Lahat, dan Empat Lawang itu menegaskan, keberadaan Desa Wisata Gunung Dempo selama ini memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah.

Kawasan yang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata oleh Kementerian Pariwisata itu tidak hanya menjadi magnet wisatawan, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

“Ini bukan sekadar tempat wisata. Ini sumber ekonomi warga. Banyak lapangan kerja yang bergantung di sana,” katanya.

Adapun sejumlah objek wisata yang terdampak berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN Regional 7. Di antaranya Bukit Tungguan, Nature High Vila, dan Kabelban Reas Area yang ditutup sementara

Sementara penutupan total terjadi pada Strawberry DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, lahan pertanian musiman, hingga rumah yang digunakan sebagai tempat registrasi pendakian Gunung Dempo.

Alfrenzi mengingatkan, jika tidak segera ditangani, persoalan ini berpotensi merusak ekosistem pariwisata Pagaralam yang selama ini sudah terbentuk.

Karena itu, ia meminta kedua pihak mengedepankan solusi bersama dan tidak membiarkan konflik berlarut-larut.#rr

0 0 votes
Article Rating

Related Articles

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button